Langsung ke konten utama

Tari Payung Padang Mendunia

Pagelaran Tari Payung Internasional yang berlangsung di Taman Lumbini, komplek Candi Borobudur, Jawa Tengah, pada bulan Agustus 2018 silam, membawa kejutan bagi Tari Payung Padang.

Nenek Syofani adalah sosok penting dibalik terciptanya tari payung dari daerah Bukit Tinggi.  Bersama suaminya, ia sejak muda dulu menciptakan aransemen musik dan gerakan Tari Payung dari SumBar dan tak pernah berhenti berupaya agar tari payung tersebut terus dilestarikan.  Hingga kepeduliannyapun terhadap kesenian asli Indonesia tak membuatnya berhenti berkarya di usianya yang menginjak 87 tahun ini.  Di usianya yang senja ia masih dapat menciptakan tari payung yang dikhususkan untuk anak-anak yang diberi nama Tari Bagurau.

Tari Bagurau berbeda makna dari Tari Payung yang biasa.  Bila tari patung menceritakan tentang keceriaan sepasang muda-mudi yang sedang kasmaran, tari bagurau lebih bercerita tentang kecerian anak-anak usia kecil dalam bermain bersama.

Berkat kepeduliannya terhadap kesenian tradisional oma Syofani mendapatkan penghargaa Internasional dari kementerian LN RI.  Dan berkat hal tersebut, banyak peserta festival dari negara lain memberikan apresiasi dengan meminta oma Syofani untuk mengajarkan tari bagurau di sekolah-sekolah di luar negeri.


Komentar